Perkembangbiakan Buaya Dalam Dunia Bisnis

Perkembangbiakan Buaya Dalam Dunia Bisnis
Perkembangbiakan Buaya Dalam Dunia Bisnis

Perkembangbiakan Buaya Dalam Dunia Bisnis

Buaya merupakan hewan buas yang bisa hidup di darat dan juga air yang biasa ditemuin didaerah rawa-rawa dan juga bisa di temukan di penangkaran atau kebun binatang sehingga anda tidak perlu khawatir jika belum pernah melihat buaya anda bisa langsung ke kebun binatang, namun akhir-akhir ini banyak sekali orang menentang tentang bisnis buaya dimana bisnis ini hanya melihat ekonomi saja tanpa ada kelangsung hidup terhadap buaya tersebut, ini yang membuat banyak orang berorasi untuk menghentikan bisnis dari buaya ini,

Namun kita sampingkan saja tentang orasi tersebut, karena setiap manusia akan berusaha untuk bisa membuat sebuah keuangan mereka begitu stabil atau lebih dari yang mereka harapkan sebelumnya maka dari itu ada beberapa pengusaha akan mencoba berbisnis dari hewan satu ini mulai dari dompet, tas, ikat pinggang hingga makanan bisa terbuat dari hewan satu ini.

Perkembangbiakan Buaya Dalam Dunia Bisnis

Di Indonesia sendiri memiliki 3 jenis buaya yang biasa ditemukan Jenis pertama yaitu Senyulong atau Buaya Sapit (Tomcistoma schlegeli) ciri khas jenis ini adalah mulutnya yang monyong meruncing dan lebih sempit. Panjang tubuh hanya mencapai 2,5 meter, dimana ukuran tubuhnya lebih kecil dan pendek dibanding jenis-jenis lainnya habitatnya banyak ditemukan di sungai-sungai pedalaman Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera tentunya.

Spesies kedua biasa disebut Buaya Air Tawar Papua (Crocodylus novaeguineae). Perbedaannya dengan jenis pertama adalah pada moncongnya yang lebih lebar ciri khas yang dimilikinya adalah terdapat empat sisik lebar yang berderet serta melintang pada tengkuknya. Selain itu ukurannya bisa mencapai empat meter dengan warna kulit yang lebih gelap dan penyebarannya hanya terdapat di perairan tawar pedalaman Papua.

Sedang jenis ketiga, yakni Buaya Muara (Crocodylus porosus) secara umum bentuk tubuhnya menyerupai jenis kedua, dengan moncong yang lebih lebar. Perbedaan mendasar terdapat pada tengkuknya yang tidak memiliki sisik lebar serta warna kulitnya yang lebih terang selain itu ukuran tubuhnya adalah yang paling besar diantara jenis lainnya dengan panjang yang mampu mencapai hingga tujuh meter bahkan lebih buaya ini tersebar di seluruh perairan Indonesia, terutama aliran-aliran sungai hingga di muara sungai yang mendekati lautan.

Buaya memiliki nilai tambah yang lebih pada kehidupan manusia, beberapa bagian bisa dimanfaatkan dalam dunia bisnis, terutama kulit yang dimana harganya begitu mahal untuk setiap sentimeter bisa dihargai 3 atau lebih us dollar ini yang menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan oleh setiap pelaku bisnis.

Dalam hal ini banyak sekali pelaku bisnis buaya sudah melakukan sebuah penangkaran buaya produksi untuk mencegah ekosistem kehidupan buaya terus berlanjut, sehingga kebutuhan akan kulit atau lainnya bisa terpenuhi tanpa harus ada pemburuan secara ilegal, pengembangan sistem penangkaran buaya yang berintegrasi dengan industri kulit buaya sampai dengan menghasilkan produk jadi, adapun keputusan resminya sudah masuk kedalam peraturan keputusan Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Nomor: 93/Kpts/Dj-VI/96 tentang Petunjuk Teknsi Pendendalian Pemanfaatan Buaya.

Dalam dunia Internasional, buaya yang bisa diperdagangkan yaitu sudah mencapai generasi ketiga maka sudah bisa dijual, demi bisa terlaksanakan sebuah pemanfaatan jenis sumber daya alam hayati secara berkelanjutan maka perlu adanya transparansi dalam sosialisasi penangkarang buaya sehingga semua kegiatan dapat dilindungi sesuai dengan Undang-Undang yang sudah tertera di dalamnya, sistem penangkaran buaya yang terintegrasi dengan industri kulit ditujukan untuk mengurangi maraknya produk primer kulit mentah yang diekspor, sehingga mengurangi nilai ekonomis dari kulit tersebut. Padahal jika saja kulit buaya diekspor dalam bentuk produk jadi maka akan menghasilkan devisa yang berkali-kali lipat jumlahnya karena sangat ironis, Indonesia yang kaya akan bahan baku sumber daya alam selama ini lebih banyak dimanfaatkan oleh negara lain.

Harga Kulit Buaya Di Pasaran

Harga Kulit Buaya Di Pasaran
Harga Kulit Buaya Di Pasaran

Dalam hal penangkarang buaya secara ekonomis, menangkarkan buaya sangat menguntungkan dimana harga jual kulit buaya sekurang-kurangnya 120 dollar AS untuk 1 ekor buaya atau sekitar Rp 1.740.000,- jika kurs dollar Rp 14.500,-. Padahal hingga panen, biaya yang dikeluarkan hanyalah berkisar antara Rp 900.000,- hingga Rp 1.100.000,- per ekor.

Sehingga jika suatu usaha penangkaran buaya mampu menjual sebanyak 200 ekor buaya saja pertahun, maka keuntungan minimal yang diperoleh dapat mencapai sekurang-kurangnya Rp. 100.000.000 hingga Rp. 200.000.000 per tahun. Itu baru keuntungan dari penjualan kulitnya saja, belum lagi pemasukan lain yang berasal dari jasa wisata bagi pengunjung penangkaran, sate buaya, daging buaya, minyak gosok, pil empedu, gigi buaya, hingga tangkur buaya yang harganya cukup mahal karena diyakini berkhasiat mengatasi masalah laki-laki. Buaya yang dapat dipanen adalah buaya yang sudah berumur lebih dari dua tahun dengan panjang tubuh lebih dari satu meter, banyaknya permintaan kulit buaya dari industri internasional sehingga industri ini cukup banyak peminatnya.